MILENIAL HARUS TAU DIGITAL MARKETING

DIGITAL MARKETING.

Halo teman-teman milenial, di zaman kalian ini kata DIGITAL MARKETING pasti tidak asing lagi, tapi apakah kalian tau apa saja DIGITAL MARKETING itu, let's begin penjelasannya...

Digital Marketing yaitu Digital marketing adalah segala upaya untuk melakukan pemasaran suatu produk dan jasa melalui media internet. Pemasaran dalam internet marketing bukan hanya untuk meningkatkan penjualan, tapi juga termasuk promosi produk dan jasa baru, branding, dan membina hubungan dengan pelanggan.


Menguasai istilah digital marketing ini akan menjadi dasar Kamu untuk bertindak dalam merencanakan pemasaran digital paling efektif. Hal ini penting agar Kamu tidak merencanakan pemasaran tersebut tanpa dasar ilmiah.

1. Online Presence

Online presence adalah ketersediaan informasi bisnis online Kamu yang dapat ditemukan secara online, baik melalui desktop ataupun mobile. Kamu dapat membangun online presence melalui website resmi, media sosial, sampai hasil pencarian Google.

Online presence ini menjadi salah satu faktor konsumen untuk melakukan pembelian. Saat ini orang-orang dapat dengan mudah mendapatkan informasi produk atau jasa yang ingin mereka beli melalui internet.

“Berdasarkan riset Google, sebanyak 84 persen konsumen melakukan riset secara online sebelum melakukan pembelian, baik itu pembelian secara online maupun pembelian secara offline.”

Oleh karena itu, kehadiran informasi produk atau jasa yang Kamu jual harus tersedia di internet. Hal ini akan memudahkan calon pembeli dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan produk yang akan dibelinya.

2. Lead Generation

Istilah selanjutnya yang harus Kamu pahami adalah lead generation. Setelah membangun online presence bisnis online Kamu melalui website resmi, langkah Kamu selanjutnya adalah membuat orang-orang di dunia maya mengunjungi website bisnis online Kamu.

Usaha atau aktivitas yang dilakukan untuk menarik perhatian orang asing ini disebut dengan lead generation. Secara sederhana, lead generation merupakan proses menarik orang-orang agar mengetahui perusahaan Kamu dan mengubah mereka menjadi calon konsumen potensial.

“Lead generation ini bertujuan untuk mendapatkan leads yang merupakan calon pelanggan potensial.”

3. Call to Action (CTA)

Di poin sebelumnya Kamu mengubah orang-orang asing menjadi calon pelanggan potensial (leads). Usaha Kamu belum berhenti sampai di sini. Kamu harus mendorong leads ini untuk melakukan tindakan yang menguntungkan Kamu.

Tindakan yang dimaksud dapat berupa memberikan informasi kontak, menjadi subscriber, dan yang paling utama adalah membeli produk atau jasa. Agar leads dapat melakukan tindakan tersebut, leads membutuhkan petunjuk atau perintah dari Kamu.

Petunjuk atau perintah itu disebut sebagai Call to Action (CTA). CTA dapat berupa gambar atau teks yang mendorong leads untuk melakukan sebuah tindakan. Salah satu tindakan yang sudah disebutkan sebelumnya.

Setelah mereka menyerap informasi mengenai produk atau jasa Kamu dan memiliki ketertarikan, CTA ini berfungsi untuk mengakomodasi ketertarikan mereka. CTA ini penting agar calon konsumen atau pengunjung website Kamu tahu apa yang harus mereka lakukan.

4. Landing Page

Pada poin sebelumnya telah dibahas mengenai CTA. Kemudian diarahkan ke mana setelah calon konsumen atau pengunjung website meng-klik CTA? Setelah meng-klik itu maka calon konsumen atau pengunjung website akan diarahkan ke laman yang disebut Landing Page.

Landing page adalah laman dari sebuah website yang dibuat secara khusus untuk tujuan marketing atau iklan. Landing page ini merupakan tempat “mendarat”nya calon pelanggan setelah meng-klik ikan AdWord, AdBanner, dan iklan lainnya.

Landing page ini memegang peranan penting dalam marketing karena semua conversion terjadi di laman ini. Apa itu conversion? Di poin setelah ini Kamu akan mendapatkan penjelasan mengenai conversion.

5. Conversion

Conversion adalah situasi di mana leads melakukan tindakan sesuai yang diinginkan perusahaan. Sederhananya adalah mereka memberikan respon terhadap Call to Action (CTA) yang dirilis perusahaan.

Parameter keberhasilan sebuah bisnis online bukanlah trafik, melainkan conversion. Conversion menunjukkan berapa pengunjung website bisnis online yang melakukan tindakan yang menguntungkan pemilik bisnis.

Conversion ini dapat terwujud dalam berbagai bentuk berdasarkan tujuan marketing yang telah ditetapkan di awal. Bisa jadi conversion ini terwujud dalam bentuk calon pelanggan memberikan informasi kontak, menjadi subscriber, dan yang paling utama adalah membeli produk.

Semakin banyak orang yang melakukan conversion, semakin meningkat pula revenue yang akan didapatkan. Oleh karena itu, pemilik bisnis harus mampu mendorong orang-orang yang mengunjungi website-nya untuk melakukan conversion.

6. Conversion Rate Optimization (CRO)

Di poin sebelumnya Kamu telah mempelajari conversion, yaitu mengubah pengunjung website menjadi konsumen. Persentase pengunjung website yang menjadi konsumen ini disebut dengan Conversion Rate.

Conversion rate yang rendah menkamukan bahwa banyak calon pelanggan yang tidak melakukan conversion. Tentu Kamu membutuhkan strategi tertentu agar bisnis yang Kamu kelola mendapatkan conversion rate yang tinggi.

“CRO ini merupakan langkah sistematis untuk meningkatkan conversion rate di website bisnis Kamu.”

Menurut HubSpot, terdapat dua langkah penting dalam CRO. Pertama, melakukan riset terhadap pengalaman user website. Tujuannya adalah memahami user, bagaimana perilaku mereka, dari mana datangnya, dan apa yang menyebabkan mereka convert atau tidak convert.

Kedua, menghilangkan halangan-halangan yang ditemukan pada riset sebelumnya. Tujuan akhir dari CRO ini adalah menetukan cara terbaik untuk meningkatkan conversion rate sebuah website. Jadi, trafik yang tinggi harus diikuti conversion yang tinggi pula.

7. Remarketing

Tidak semua orang yang mengunjungi website melakukan pembelian. Oleh karena itu, remarketing ini diperlukan. Remarketing ini memungkinkan Kamu untuk menampilkan iklan langsung kepada orang-orang yang telah mengunjungi website Kamu.

Ketika orang-orang tersebut meninggalkan website Kamu, entah mereka membeli ataupun tidak membeli produk atau jasa Kamu, mereka akan mulai melihat iklan-iklan Kamu di tempat-tempat relevan di internet.

Tujuan utama dari remarketing adalah untuk mempertahankan buying intent atau keinginan membeli dari para calon pelanggan potensial maupun yang sudah menjadi pelanggan. Hal ini penting agar brand Kamu menjadi yang pertama kali terlintas di pikiran calon pelanggan.

8. Consumer Acquisition Cost (CAC)

Consumer Acquisition Cost (CAC) atau Cost Per Acquisition (CPA) adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh konsumen baru. Riset pasar, membuat content marketing, dan iklan tentunya menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Tujuan utama dari consumer acquisition ini adalah peningkatan revenue. Adalah hal penting untuk memahami berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk memperoleh konsumen baru dan berapa revenue yang dihasilkan.

9. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah proses mendapatkan komisi dengan mempromosikan produk orang lain atau sebuah perusahaan. Jadi, pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga mempromosikannya. Dengan itu, mereka juga dapat menghasilkan uang.

Demikianlah ulasan mengenai beberapa istilah digital marketing yang harus Kamu pahami. Memahami istilah-istilah dasar digital marketing tidak hanya berguna ketika Kamu menjalankan bisnis yang Kamu kelola tetapi juga menjadi bekal Kamu untuk dapat terus mengikuti tren dan perkembangan digital marketing. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Kamu.

Terima kasih untuk kamu yang sudah baca sampai tuntas.

Comments